Skip to main content

Tomorrow is ‘Arafah day..what should I do?

بسم الله الرحمان الرحيم


Situasi 1:
Semalam, ada sale besar-besaran di sogo! potongan  sehinga 70%!

Situasi 2:
Hari tu, saya ada tiket free menonton bola sepak. saya tak dapat pergi. jadi, saya buang tiket tu!

Huh, kalaulah kita berhadapan dengan situasi satu dan dua di atas, pasti ada di antara kita yang merasa rugi. aduh, ruginya..
Kalaulah aku tahu..

Ya, begitulah kerugian yang kita dapat jika kita ‘tidak tahu’ sesuatu kelebihan dan kebaikan. Sedangkan, kebaikan itu mudah untuk kita lakukannya.



Kelebihan hari Arafah

Yah, hari ini adalah hari para jemaah haji wuquf di Arafah atau lebih mesra dengan panggilan ‘hari Arafah’.

Kebanyakan kita, hanya tahu 10 Zulhijjah adalah Hari Raya korban. Sedangkan, kita mungkin tidak tahu. sebenarnya, hari ini (9 zulhijjah) tak kurang istimewanya.
Hari Arafah adalah hari yang amat mulia bagi umat Islam. Hari tersebut adalah hari mustajabnya do’a. Hari tersebut juga adalah hari diampuninya dosa dan pembebasan diri dari siksa neraka.


Di antara keutamaan hari Arafah disebutkan oleh Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah yang saya bawa ringkasannya di sini:

Pertama: Hari Arafah adalah hari disempurnakannya agama dan nikmat.
‘Umar bin Al Khottob radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa ada seorang Yahudi berkata kepada ‘Umar,

آيَةٌ فِى كِتَابِكُمْ تَقْرَءُونَهَا لَوْ عَلَيْنَا مَعْشَرَ الْيَهُودِ نَزَلَتْ لاَتَّخَذْنَا ذَلِكَ الْيَوْمَ عِيدًا . قَالَ أَىُّ آيَةٍ قَالَ ( الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِى وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِينًا ) . قَالَ عُمَرُ قَدْ عَرَفْنَا ذَلِكَ الْيَوْمَ وَالْمَكَانَ الَّذِى نَزَلَتْ فِيهِ عَلَى النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – وَهُوَ قَائِمٌ بِعَرَفَةَ يَوْمَ جُمُعَةٍ

“Ada ayat dalam kitab kalian yang kalian membacanya dan seandainya ayat tersebut turun di tengah-tengah orang Yahudi, tentu kami akan menjadikannya sebagai hari perayaan (hari raya).”

“Ayat apakah itu?” tanya ‘Umar.

Ia berkata: “(Ayat yang artinya): Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.

‘Umar berkata, “Kami telah mengetahui hal itu yaitu hari dan tempat di mana ayat tersebut diturunkan pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau berdiri di ‘Arofah pada hari Jum’at.” (HR. Bukhari no. 45 dan Muslim no. 3017).

* dari At Tirmidzi , Ibnu ‘Abbas menyatakan bahawa ayat ini diturunkan pada hari ‘Arafah.


Kedua: Hari Arafah adalah asy syaf’u (penggenap) yang Allah bersumpah dengannya sedangkan hari Idul Adha (hari Nahr) disebut al watr (ganjil).
Inilah yang disebutkan dalam ayat,
وَالشَّفْعِ وَالْوَتْرِ
dan (demi) yang genap dan yang ganjil” (QS. Al Fajr: 3).

Demikian kata Ibnu Rajab Al Hambali.
*Namun Ibnul Jauzi dalam Zaadul Masiir menukil pendapat sebaliknya.

Ketiga : Puasa pada hari Arafah akan mengampuni dosa dua tahun.
Dari Abu Qotadah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ
Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu

(HR. Muslim no. 1162).

Keempat : Hari Arafah adalah hari pengampunan dosa dan pembebasan dari siksa neraka.
Dari ‘Aisyah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ
Di antara hari yang Allah banyak membebaskan seseorang dari neraka adalah hari Arofah. Dia akan mendekati mereka lalu akan menampakkan keutamaan mereka pada para malaikat. Kemudian Allah berfirman: Apa yang diinginkan oleh mereka?” (HR. Muslim no. 1348).

Allah pun begitu bangga dengan orang yang wukuf di Arafah. Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يُبَاهِى مَلاَئِكَتَهُ عَشِيَّةَ عَرَفَةَ بِأَهْلِ عَرَفَةَ فَيَقُولُ انْظُرُوا إِلَى عِبَادِى أَتَوْنِى شُعْثاً غُبْراً

Sesungguhnya Allah berbangga kepada para malaikat-Nya pada sore Arafah dengan orang-orang di Arafah, dan berkata: “Lihatlah keadaan hambaku, mereka mendatangiku dalam keadaan kusut dan berdebu

(HR. Ahmad 2: 224. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanadnya tidaklah mengapa).

Apa patut saya buat?

Jika kita belum mampu menunaikan haji, perkara yan paling baik kita lakukan hari ini adalah berdoa. Kerana, Sebaik-baik do’a adalah do’a hari Arafah-9 Dzulhijjah-. Maksudnya, do’a ini paling cepat dmakbulkan.

Sehingga kita diperintahkan untuk berterusan melakukan ibadah yang satu ini(berdoa)  pada hari Arafah, apatahlagi untuk orang yang sedang wukuf di Arafah.
Dari ‘Aisyah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ
Di antara hari yang Allah banyak membebaskan seseorang dari neraka adalah hari Arafah. Dia akan mendekati mereka lalu akan menampakkan keutamaan mereka pada para malaikat. Kemudian Allah berfirman: Apa yang diinginkan oleh mereka?” (HR. Muslim no. 1348).

Dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ

Sebaik-baik do’a adalah do’a pada hari Arafah.” (HR. Tirmidzi no. 3585. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan). Maksudnya, inilah doa yang paling cepat dipenuhi atau terkabulkan (Lihat Tuhfatul Ahwadzi, 10: 33).
Suasana wuquf di Arafah


Adakah keutamaan do’a ini hanya khusus bagi yang wukuf di Arafah? 

Apakah berlaku juga keutamaan ini bagi orang yang tidak menunaikan ibadah haji?

Yang tepat, mustajabnya do’a tersebut adalah umum, baik bagi yang berhaji mahupun yang tidak berhaji karena keutamaan yang ada adalah keutamaan pada hari. Sedangkan yang berada di Arafah (yang sedang wukuf pada tanggal 9 Dzulhijjah), ia berarti menggabungkan antara keutamaan waktu dan tempat.

Demikian kata Syaikh Sholih Al Munajjid dalam fatawanya no. 70282:

" Bahwasanya do’a pada hari Arafah dilihat dari kemuliaan hari tersebut dapat kita lihat dari sebagian salaf yang membolehkan ta’rif. Ta’rif adalah berkumpul di masjid untuk berdo’a dan dzikir pada hari Arafah.
Yang melakukan seperti ini adalah sahabat Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma. Imam Ahmad masih membolehkannya walau beliau sendiri tidak melakukannya.
Syaikh Sholih Al Munajjid -semoga Allah berkahi umur beliau- menerangkan, “Hal ini menunjukkan bahwa mereka menilai keutamaan hari Arafah tidaklah khusus bagi orang yang berhaji saja. ” (Fatawa Al Islam Sual wal Jawab no. 70282)
Para salafussoleh dahulu saling memperingatkan pada hari Arafah untuk sibuk dengan ibadah dan memperbanyak do’a serta tidak banyak bergaul dengan manusia.
‘Atho’ bin Abi Robbah mengatakan pada ‘Umar bin Al Warod,  “Jika engkau mampu mengasingkan diri di siang hari Arafah, maka lakukanlah.” (Ahwalus Salaf fil Hajj, hal. 44)
Do’a ini bagi yang wukuf dimulai dari siang hari selepas matahari tergelincir ke barat (masuk shalat Zhuhur) hingga terbenamnya matahari.

Semoga Allah memudahkan kita untuk menyibukkan diri dengan do’a pada hari Arafah.
Wallahu waliyyut taufiq.


-----------------------------------------
Rujukan:
Lathoif Al Ma’arif, Ibnu Rajab Al Hambali, terbitan Dar Ibnu Katsir, cetakan kelima, 1420 H, hal. 487-489.
http://rumaysho.com/belajar-islam/amalan/4113-keutamaan-hari-arafah.html
http://rumaysho.com/belajar-islam/amalan/4115-sebaik-baik-doa-doa-hari-arafah.html

Comments

Popular posts from this blog

tadabbur surah kahfi : sebab turunnya surah al-kahfi..

بسم الله الرحمان الرحيم

bersambung dari artikel ini. Muhammad bin Ishak meriwayatkan daripada ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu yang mengisahkan tentang peristiwa turunya surah al-kahfi:
"orang-orang Quraisy menghantar An-Nadhar bin Al-Haruth dan Uqbah Bin Abi mu'ith kepada beberapa orang rahib yahudi. Mereka diminta untuk bertanya tentang Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam dan apa yang para rahib itu tahu tentang diri nabi Muhammad menurut apa yang dinyatakan di dalam Taurat.
para utusan Qurais itu berkata kepada rahib-rahib yahudi yang mereka kunjungi :" kami datang kepada kamu sebagai ahli kitab yang memegang Taurat untuk mendapatkan keterangan daripadamu tentang sahabat kami Muhammad! "
orang-orang yahudi itu berkata kepada mereka(utusan Quraisy), berikanlah tiga pernyataan kepadanya,jika dia dapat memberi keterangan tentang tiga perkara itu, maka memang benar dia adalah rasul. tetapi, jika dia tidak dapat memberi keterangan itu, maka dia alah seorang yang me…

"Kerana aku pemuda akhirat.."

Ukhrawi bukan hanya itu..
“Ah, kau hanya melihat akhirat. Kau gadis ukhrawi. Maaflah, kami ini duniawi”, begitu saban hari mereka bergurau denganku.
Aku cuma tersenyum getir mendengar kenyataan itu. Bukan terasa hati. Namun kerana kecewa dengan kecilnya pandangan anak muda generasi Y pada erti keduniaan. Aku kesal dengan salah erti tentang kedunian ini.

Mereka menganggap tudung labuh, membaca al-quran, pergi ke masjid, membaca dan menulis hal-hal agama itu ‘ukhrawi’. 
Mereka menganggap orang ukhrawi hanya tahu bercakap tentang ayat al-Quran dan tafsirnya. 
Mereka menganggap orang ukhrawi itu semata-mata puasa dan solat sahaja. Itu salahnya kita anak muda. Kita tidak mampu menjadi seperti anak muda di zaman Nabi kerana mentaliti dan persepsi satu sisi yang kita cermati.

Pada aku dan sepatutnya pada kita pemuda, keduniaan bukan pada banyaknya harta semata. Keduniaan bukan juga pada tingginya pangkat. Keduniaan sama sekali tidak diukur pada cantiknya paras rupa dan mewahnya rumah serta kere…

Contengan ramadhan: Persahabatan dan TAQWA kita..

بسم الله الرحمان الرحيم



Ini benar-benar sebuah ukhuwwah..
Selesai membaca surah An-naba' ayat 31-37, saya pandang ke kiri. Jalidah tiada. Sebab selalunya, Jalidah akan berkata kepada saya;
"Zahra cepat. Nak dengar perkongsian dari Zahra.."Sebenarnya, saya bukan pandai sangat mahu bercakap dan mengulas sesuatu, tetapi sahabat sejati yang ikhlas itu kadangkala lebih meyakini kita berbanding diri kita sendiri.

Sebab itu, bila sering bersama dengan Jalidah, saya seolah diberi kekuatan untuk berkongsi.

Terutamanya untuk melontarkan idea-idea dan butiran mutiara yang menerpa ketika menelusuri patah kata dari Al-quran. Setiap kali melontarkan bait-bait al-quran yang mulia, kemudian mentadabbur maksudnya, satu demi satu kisah kehidupan terasa dirungkai.

Tetapi, kadang-kadang saya mengelak juga.
"Jalidah, ana bukan faham betul sangat pun. Takut tersalah pula..",  Dan, selalunya, Jalidah akan mendesak. Memberi harapan dan menghargai saya seadanya.
"Zahra, ana pun macam Zah…