Skip to main content

3 bekal menuju RAMADHAN..

بسم الله الرحمان الرحيم

alhamdulillah..

first week untuk short sem ni, kena tumpu betul-betul dengan perancangan.. dua bulan menempuh alam pengajian dengan 9 credit hour, mungkin melelahkan. Melatih dan menyibukkan diri dengan ilmu dan perkara yang bermanfaat, insya ALLAH akan KUATkan kita :-) 

sekarang, sudah syaaban. ramadhan bakal datang.

ramadhan.
medan tempur bagi mereka yang mahu berlumba-lumba meraih TAQWA. ya ALLAH, rasa gementar pula. sebab itulah, saya nak berkongsi 3 bekal utama untuk kita menuju madrasah ramadhan dengan persediaan hati dan persediaan yang cukup.


ramadhan di masjid SHAS UIAM, Gombak


Pertama: Bekal ilmu.





Bekal ini amat utama sekali agar ibadah kita menuai manfaat, berfaedah, dan tidak asal-asalan. ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz berkata,



مَنْ عَبَدَ اللهَ بِغَيْرِ عِلْمٍ كَانَ مَا يُفْسِدُ أَكْثَرَ مِمَّا يُصْلِحُ

"Barangsiapa yang beribadah kepada Allah tanpa ilmu, maka dia akan membuat banyak kerusakan daripada mendatangkan kebaikan." (Al Amru bil Ma'ruf, hal. 15).

Tidak tahu akan hukum puasa, bisa jadi puasa kita rusak.
Tidak tahu apa saja hal-hal yang disunnahkan saat puasa, kita bisa kehilangan pahala yang banyak. Tidak tahu jika maksiat bisa mengurangi pahala puasa, kita bisa jadi hanya dapat lapar dan dahaga saja saat puasa.
Tidak tahu jika dzikir bareng-bareng entah sehabis shalat lima waktu atau di antara tarawih atau sehabis witir, itu tidak ada dalilnya, akhirnya yang didapat hanya rasa capek karena tidak menuai pahala.

Ingatlah syarat diterimanya ibadah bukan hanya ikhlas. Ibadah boleh diterima jika mengikuti tuntunan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam/ada dalilnya. Namun demikianlah masyarakat kita kadang beribadah asal-asalan, asal 'ngikut', yang penting ikhlas katanya, padahal ibadah yang dilakukan tidak ada dalil dan tuntunannya.
*sila klik untuk artikel-artikel berkaitan [kumpulan artikel ramadhan by rumysho.com]



Kedua: Perbanyak taubat.


Inilah yang dianjurkan oleh para ulama kita. Sebelum memasuki bulan Ramadhan, perbanyaklah taubat dan istighfar.
Semoga di bulan Ramadhan kita bisa menjadi lebih baik. Kejahatan dahulu hendaklah kita tinggalkan dan ganti dengan kebaikan di bulan Ramadhan.

Ingatlah bahwa syarat taubat yang dijelaskan oleh para ulama sebagaimana dinukil oleh Ibnu Katsir rahimahullah,

“Menghindari dosa untuk saat ini. Menyesali dosa yang telah lalu. Bertekad tidak melakukannya lagi di masa akan datang. Lalu jika dosa tersebut berkaitan dengan hak sesama manusia, maka ia harus menyelesaikannya/ mengembalikannya.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 14:61)
Inilah yang disebut dengan taubat nashuha, taubat yang tulus dan murni. Moga Allah menerima taubat-taubat kita sebelum memasuki waktu barokah di bulan Ramadhan sehingga kita pun akan mudah melaksanakan kebaikan.



Di antara do'a untuk meminta segala ampunan dari Allah adalah do'a berikut ini:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى خَطِيئَتِى وَجَهْلِى وَإِسْرَافِى فِى أَمْرِى وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّى اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى جِدِّى وَهَزْلِى وَخَطَئِى وَعَمْدِى وَكُلُّ ذَلِكَ عِنْدِى

(Ya Allah, ampunilah kesalahanku, kejahilanku, sikapku yang melampaui batas dalam urusanku dan segala hal yang Engkau lebih mengetahui hal itu dari diriku. Ya Allah, ampunilah aku, kesalahan yang kuperbuat tatkala serius maupun saat bercanda dan ampunilah pula kesalahanku saat aku tidak sengaja maupun sengaja, ampunilah segala kesalahan yang kulakukan)
(HR. Bukhari no. 6398 dan Muslim no. 2719).
Ketiga: Banyak memohon kemudahan dari Allah.



Selain dua hal di atas, kita juga harus pahami bahwa untuk mudah melakukan kebaikan di bulan Ramadhan, itu semua atas kemudahan dari Allah.

Jika kita terus pasrahkan pada diri sendiri, maka ibadah akan menjadi sulit untuk dijalani. Karena diri ini sebenarnya begitu lemah.

Oleh karena itu, hendaklah kita banyak bergantung dan tawakkal pada Allah dalam menjalani ibadah di bulan Ramadhan.

Terus memohon do'a pada Allah agar kita mudah menjalankan berbagai bentuk ibadah baik shalat malam, ibadah puasa itu sendiri, banyak berderma, mengkhatamkan atau mengulang hafalan Qur'an dan kebaikan lainnya.
Do'a yang boleh kita panjatkan untuk memohon kemudahan dari Allah adalah sebagai berikut.

اللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً
“Allahumma laa sahla illa maa ja’altahu sahlaa, wa anta taj’alul hazna idza syi’ta sahlaa” [artinya: Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau buat mudah. Dan engkau menjadikan kesedihan (kesulitan), jika Engkau kehendaki pasti akan menjadi mudah].

(Hadits ini dikeluarkan oleh Ibnu Hibban dalam Shahihnya 3:255. Dikeluarkan pula oleh Ibnu Abi ‘Umar, Ibnus Suni dalam ‘Amal Yaum wal Lailah).
اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ وَتَرْكَ الْمُنْكَرَاتِ
"Allahumma inni as-aluka fi'lal khoiroot wa tarkal munkaroot." (Ya Allah, aku memohon pada-Mu agar mudah melakukan kebaikan dan meninggalkan kemungkaran).

(HR. Tirmidzi no. 3233, shahih menurut Syaikh Al Albani).

Semoga Allah menjadikan Ramadhan kita lebih baik dari sebelumnya. Marilah kita menyambut Ramadhan mubarok dengan suka cita, diiringi ilmu, taubat dan perbanyak do'a kemudahan.

Alhamdulillahilladzi bi ni'matihi tatimmush sholihaat.
---------------------------------------

p/s: maaf ya, copy paste je. kalau ada bahasa indonesia yang tak faham, boleh tanya :-)
artikel asal dipetik dari http://rumaysho.com/hukum-islam/puasa/3499-3-bekal-menyambut-ramadhan.html

Comments

Popular posts from this blog

tadabbur surah kahfi : sebab turunnya surah al-kahfi..

بسم الله الرحمان الرحيم

bersambung dari artikel ini. Muhammad bin Ishak meriwayatkan daripada ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu yang mengisahkan tentang peristiwa turunya surah al-kahfi:
"orang-orang Quraisy menghantar An-Nadhar bin Al-Haruth dan Uqbah Bin Abi mu'ith kepada beberapa orang rahib yahudi. Mereka diminta untuk bertanya tentang Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam dan apa yang para rahib itu tahu tentang diri nabi Muhammad menurut apa yang dinyatakan di dalam Taurat.
para utusan Qurais itu berkata kepada rahib-rahib yahudi yang mereka kunjungi :" kami datang kepada kamu sebagai ahli kitab yang memegang Taurat untuk mendapatkan keterangan daripadamu tentang sahabat kami Muhammad! "
orang-orang yahudi itu berkata kepada mereka(utusan Quraisy), berikanlah tiga pernyataan kepadanya,jika dia dapat memberi keterangan tentang tiga perkara itu, maka memang benar dia adalah rasul. tetapi, jika dia tidak dapat memberi keterangan itu, maka dia alah seorang yang me…

"Kerana aku pemuda akhirat.."

Ukhrawi bukan hanya itu..
“Ah, kau hanya melihat akhirat. Kau gadis ukhrawi. Maaflah, kami ini duniawi”, begitu saban hari mereka bergurau denganku.
Aku cuma tersenyum getir mendengar kenyataan itu. Bukan terasa hati. Namun kerana kecewa dengan kecilnya pandangan anak muda generasi Y pada erti keduniaan. Aku kesal dengan salah erti tentang kedunian ini.

Mereka menganggap tudung labuh, membaca al-quran, pergi ke masjid, membaca dan menulis hal-hal agama itu ‘ukhrawi’. 
Mereka menganggap orang ukhrawi hanya tahu bercakap tentang ayat al-Quran dan tafsirnya. 
Mereka menganggap orang ukhrawi itu semata-mata puasa dan solat sahaja. Itu salahnya kita anak muda. Kita tidak mampu menjadi seperti anak muda di zaman Nabi kerana mentaliti dan persepsi satu sisi yang kita cermati.

Pada aku dan sepatutnya pada kita pemuda, keduniaan bukan pada banyaknya harta semata. Keduniaan bukan juga pada tingginya pangkat. Keduniaan sama sekali tidak diukur pada cantiknya paras rupa dan mewahnya rumah serta kere…

Contengan ramadhan: Persahabatan dan TAQWA kita..

بسم الله الرحمان الرحيم



Ini benar-benar sebuah ukhuwwah..
Selesai membaca surah An-naba' ayat 31-37, saya pandang ke kiri. Jalidah tiada. Sebab selalunya, Jalidah akan berkata kepada saya;
"Zahra cepat. Nak dengar perkongsian dari Zahra.."Sebenarnya, saya bukan pandai sangat mahu bercakap dan mengulas sesuatu, tetapi sahabat sejati yang ikhlas itu kadangkala lebih meyakini kita berbanding diri kita sendiri.

Sebab itu, bila sering bersama dengan Jalidah, saya seolah diberi kekuatan untuk berkongsi.

Terutamanya untuk melontarkan idea-idea dan butiran mutiara yang menerpa ketika menelusuri patah kata dari Al-quran. Setiap kali melontarkan bait-bait al-quran yang mulia, kemudian mentadabbur maksudnya, satu demi satu kisah kehidupan terasa dirungkai.

Tetapi, kadang-kadang saya mengelak juga.
"Jalidah, ana bukan faham betul sangat pun. Takut tersalah pula..",  Dan, selalunya, Jalidah akan mendesak. Memberi harapan dan menghargai saya seadanya.
"Zahra, ana pun macam Zah…